Bahasa Inggris Jadi Bahasa Pengantar 5 Mata Pelajarannya Kota Solo bakal punya sekolah nasional bertaraf internasional. Itu jika SMAN 1 Solo, sekolah — yang menjadi salah satu kandidat untuk jadi sekolah nasional bertaraf internasional – itu lolos dalam seleksi yang diadakan Dirjen Pendidikan Dasar Menengah Umum (Dikmenum). SelainSMAN 1 Solo, SMAN 1 Klaten juga menjadi kandidat sekolah nasional bertaraf internasional.
Menurut Sutikno, Humas SMAN 1 Solo, program sekolah nasional bertaraf internasional itu adalah program Dirjen Dikmenum, bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB). “Untuk wilayah Surakarta, SMAN 1 Solo dan SMAN 1 Klaten yang jadi kandidat. Beberapa hari lalu, saya dan rekan lain dipanggil ke Bogor untuk mengikuti workshop tentang rencana ini,” katanya saat ditemui di kantornya, kemarin.
Dari workshop itu diperoleh penjelasan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sebuah sekolah bisa menjadi sekolah nasional bertaraf internasional. Antara lain, bahasa pengantar untuk lima mata pelajaran — Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris dan Biologi – harus menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, siswa yang bersekolah dan guru yang mengajar juga harus memiliki standar TOEFL dengan batas minimal yang sudah ditentukan. “Konsep-konsepnya saat ini sedang digodok. Dan kalau jadi, rencana ini akan dirintis pada tahun ajaran baru 2006 nanti,” tutur Sutikno.
Ia mengatakan, rencana sekolah nasional bertaraf internasional itu sendiri untuk rintisannya baru akan dilakukan di wilayah Jabar, Jateng dan Jatim. Khusus untuk Jateng, ada sepuluh SMA — termasuk SMAN 1 Solo dan SMAN 1 Klaten — yang menjadi kandidat untuk bisa menjadi sekolah nasional bertaraf internasional.
Soal sekolah mana saja yang akan menjadi sekolah nasional bertaraf internasional, nantinya pihak Dikmenum dan ADB yang akan menentukan berdasar penilaian mereka. “Kalau melihat kondisi riil sekolahan, mudah-mudahan kami bisa menjadi sekolah nasional bertaraf internasional itu.
Ya, kami yang disini mau tidak mau harus siap. Sebab ini kan peluang,” ujar Sutikno. Dia menambahkan, kalaupun nanti SMA 1 Solo menjadi sekolah nasional bertaraf internasional, akan tetap ada mata pelajaran yang masih menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya. Yaitu untuk pelajaran Bahasa Indonesia, Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
“Itu sebabnya program ini dinamakan sekolah nasional bertaraf internasional. Bukan sekolah internasional. Kenapa? Agar kepribadian bangsa tetap bisa dipertahankan,” tutur Sutikno. Maksud dari kepribadian bangsa itu sendiri, antara lain diajarkan dalam mata pelajaran yang memakai bahasa pengantar Bahasa Indonesia. (irf)
sumber :http://moeka02.id.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=19
Filed under: Berita | Tagged: international, smunsa | 22 Comments »